5 Konspirasi Serangan 9/11 yang Masih Hangat Diperbincangkan

Pada tanggal 11 September 2001, Amerika Serikat diserang oleh kelompok teroris Al-Qaeda. Serangan ini merenggut nyawa hampir 3.000 orang dan memicu perang di Afghanistan, atau biasa dikenal dengan serangan 9/11

Tragedi ini masih menjadi topik yang sensitif bagi banyak orang, termasuk para penganut teori konspirasi. Teori-teori konspirasi ini sering kali didasarkan pada informasi yang salah atau tidak lengkap, dan dapat berbahaya karena dapat menyebarkan kesalahpahaman tentang peristiwa tersebut.

1. Bensin Pesawat Tak Mungkin Lelehkan Baja, tapi Apinya Bisa

  serangan 9/11

Teori konspirasi pertama dari serangan 9/11 yang populer menyebutkan bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC disebabkan oleh lelehan baja akibat bahan bakar pesawat. Namun, teori ini tidak benar.Titik cair baja adalah 1.510 derajat celcius, sedangkan temperatur bahan bakar jet hanya antara 426,6 derajat celcius dan 815,5 derajat celcius.

Namun, penganut teori konspirasi lupa mempertimbangkan bahwa kebakaran di dalam gedung juga turut menambah temperatur.Barang-barang yang terbakar, seperti furnitur, perlengkapan komputer, dan kertas, dapat memicu kebakaran yang sangat panas. Estimasi National Institute of Standards and Technology (NIST) menunjukkan bahwa kebakaran di Menara Kembar WTC mencapai 1.000 derajat celcius di lokasi-lokasi tertentu. Pada suhu tersebut, kekuatan baja berkurang hingga 90 persen.Hal ini menyebabkan kolom dan baja penyangga gedung menjadi lemah dan akhirnya runtuh.

2. Penyebab Kehancuran Gedung

  5532843 091119 kgo ap 911 towers img

Salah satu teori konspirasi serangan 9/11 yang menyatakan bahwa menara kembar World Trade Center (WTC) runtuh karena bahan peledak adalah teori yang paling bertahan lama. Penganut teori ini berpendapat bahwa tidak mungkin gedung setinggi itu bisa runtuh begitu saja hanya karena tabrakan pesawat. Pesawat pertama menabrak menara utara di antara lantai 94 dan 98, sementara pesawat kedua menabrak menara selatan di antara lantai 78 dan 84.

Namun, penyelidikan yang dilakukan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) menyimpulkan bahwa runtuhnya menara kembar WTC disebabkan oleh kebakaran yang terjadi akibat tabrakan pesawat. Kebakaran ini menyebabkan kerusakan pada struktur baja penyangga gedung, yang pada akhirnya menyebabkan gedung runtuh.

Selain itu, bensin dari pesawat yang terbakar juga menyambar ke shaft elevator dan memicu kebakaran besar. Banyak kabel elevator yang terputus dan terbanting ke lantai, sehingga api juga merambat ke lobi. Akibat hantaman pesawat dan kebakaran yang terjadi, banyak korban yang terbakar di dalam gedung.

3. Teori Ledakan Bom Serangan 9/11

  20170912 tragedi wtc 1 20170912 111058

Teori konspirasi lain dari serangan 9/11 yang populer adalah teori bom. Teori ini menyatakan bahwa menara kembar WTC runtuh karena ledakan bom yang dipasang di kolom-kolom gedung. Penganut teori ini berpendapat bahwa tidak mungkin gedung setinggi itu bisa runtuh begitu saja hanya karena tabrakan pesawat. Mereka juga menyoroti adanya gumpalan asap yang terlihat di lantai menara, yang dianggap sebagai tanda adanya ledakan bom.

Namun, teori ini telah dibantah oleh banyak ahli. Situs History mencatat dua kelemahan utama dari teori ini. Pertama, tidak ada laporan kredibel adanya tim peledak yang memasang bom di kolom-kolom gedung. Area WTC adalah area yang sangat ramai, sehingga tidak mungkin ada tim peledak yang bekerja tanpa diketahui. Kedua, asap yang terlihat di lantai menara bukanlah tanda adanya ledakan bom. Asap itu adalah dampak dari tekanan udara yang terjadi akibat tabrakan pesawat. Tekanan udara yang sangat tinggi menyebabkan beton di lantai menara hancur, dan beton yang hancur itu bercampur dengan udara, sehingga terlihat seperti asap.

4. Orang Yahudi

Teori konspirasi lain yang populer adalah teori yang menyebut bahwa 4.000 orang Yahudi selamat dari serangan 9/11. Penganut teori ini berpendapat bahwa Mossad, badan intelijen Israel, telah memberi informasi kepada orang-orang Yahudi di Amerika Serikat sebelum serangan terjadi.

Namun, teori ini telah dibantah oleh banyak pihak, termasuk The Guardian dan ADL.org. The Guardian menyebut bahwa tuduhan itu hanyalah tuduhan bersifat anti-Yahudi (anti-semit). ADL.org juga membantah teori konspirasi itu dan menyebut bahwa ada korban-korban dari pihak Yahudi dalam serangan 9/11. ADL.org juga menulis bahwa para teroris yang menarget World Trade Center tidak membedakan antara orang Kristen, Yahudi, atau Muslim.

5. Presiden Bush telah mengetahui

  overview George W Bush

Teori konspirasi lain yang populer adalah teori yang menyatakan bahwa Presiden George H. W. Bush terlibat dalam serangan 9/11. Penganut teori ini berpendapat bahwa Bush sebetulnya sudah tahu adanya serangan, tetapi tidak mengambil tindakan untuk mencegahnya. Salah satu bukti yang digunakan untuk mendukung teori ini adalah reaksi Bush saat pertama kali mendengar berita serangan. Bush tidak langsung bereaksi, dan bahkan mengira itu kecelakaan pesawat.

Namun, teori ini telah dibantah oleh banyak pihak. Bush telah menjelaskan bahwa dia tidak langsung bereaksi karena dia terkejut dan tidak percaya. Dia juga mengatakan bahwa dia mengira itu kecelakaan pesawat karena dia tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Selain itu, tidak ada bukti lain yang mendukung teori ini. Tidak ada bukti bahwa Bush memiliki informasi tentang serangan sebelumnya, atau bahwa dia tidak mengambil tindakan untuk mencegahnya.

Baca artikel 5 Makhluk Misterius Paling Menakutkan , Benarkah Keberadaannya? Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *