7 Fakta Paling Menyeramkan Jalur Alas Roban, Tempat Pembuangan Mayat

Jalur Alas Roban yang terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batan, Jawa Tengah, ditumbuhi pepohonan tinggi di kedua sisinya sehingga membuat siapa pun yang melintas akan merinding. Minimnya lampu jalan membuat suasana tempat ini semakin seram. Sekilas, jalan di Alas Roban tidak ada bedanya dengan jalan lain di tengah hutan Indonesia. Jalur ini dibuat pada masa Gubernur Jenderal Hermann Willem Deenders, dan tidak terhitung banyaknya kecelakaan yang sering terjadi di hutan ini sehingga memakan banyak korban jiwa.

 

Bahkan, kontur lahan yang tidak bersahabat mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Jalur ini rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang terjal dan berkelok-kelok serta padatnya lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan besar. Ini pula yang menyebabkan arasu loban sering dikaitkan dengan cerita mistis dan misteri tentang makhluk gaib. Sekarang, izinkan saya memberi tahu Anda beberapa fakta menakutkan tentang rute Aras Loban.

 

1. Dibangun dengan darah

  Sejarah Kerja Paksa Pembangunan Jalan Alas Roban, Penuh Kengerian Hingga Tempat Pembuangan Mayat    

De Grote Postweg atau dikenal dengan Alas Roban dibangun pada abad ke-18 saat Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. Jalan ini dirintis oleh Deenders dan dibangun atas keringat masyarakat adat yang terpaksa bekerja. Jalur Alas Roban sangat sulit karena harus membelah hutan dan membelah pegunungan.

 

Tentu saja semua itu dilakukan oleh para pekerja tanpa upah rendah dan istirahat yang cukup. Akibat kebrutalan penjajah, banyak pekerja yang kelelahan dan meninggal. Mayat para pekerja yang tewas dibuang secara brutal di pinggir jalan. Oleh karena itu, banyak orang yang percaya bahwa hantu para pekerja paksa tersebut masih menghantui Alas Roban.

 

2. Jalur Alas Roban cukup berbahaya

  Alas Roban, Jalur Pantura yang Dikenal Angker Penuh Tikungan dan Tanjakan - SuaraBaru.id  

Sekilas, jalur Alas Roban secara umum terlihat seperti jalan raya. Namun, siapa sangka jalur ini dipenuhi tikungan tajam dan tanjakan terjal sehingga melelahkan pengendara? Selain itu, jalan ini memiliki beberapa area yang diketahui sangat gelap sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan fatal jika tidak berhati-hati. Selain itu, diyakini ada berbagai penampakan hantu yang menghantui pengendara. Makhluk halus ini konon suka menjemput mobil yang lewat dan mengantar pengemudinya ke tempat yang tidak terduga.

 

3. Dahulu untuk tempat pembuangan mayat

 

Dari sekian banyak fakta mengerikan tentang Aras Roban, ini yang paling mengerikan. Alas Roban konon merupakan tempat yang populer untuk membuang jenazah. Pada saat Peristiwa Peter (peristiwa penembakan misterius) yang melanda berbagai wilayah Indonesia, mereka membangun gudang di Alas Roban untuk menyimpan jenazah orang-orang yang terbunuh.

 

Berita menyebar ketika beberapa orang menyaksikan langsung kejadian pelemparan mayat tersebut. Anehnya, meski berupa kamar mayat, namun jenazah di sana tidak pernah ditemukan, seolah hilang ditelan bumi. Mengingat kondisi tanah di Alas Roban sebagian besar berupa tanah liat berlumpur, ada yang berpendapat bahwa jenazah tersebut dibawa ke dalam hutan atau dikubur oleh binatang buas.

 

4. Legenda Tumenggung Bau Reksa

  Sosok Tumenggung Rajekwesi Penyerang Kota Batavia Alas Roban – Majalah Handal  

Ada pula penjaga bernama Tumengun Bau Rexha di kawasan Alas Roban. Seperti dilansir dari kanal YouTube Kisah Tanah Jawa (KTJ), Kabupaten Batang merupakan wilayah administratif Sultan Agung Mataram dan dipimpin oleh seorang Raden bernama Bau Rexah sebagai Tumengun. Tumenggung Bau Reksa berencana mengembangkan kawasan ini sebagai lahan pertanian. Sesuai rencana Sultan Agung menyerang Batavia.

 

Namun persoalan tersebut justru menimbulkan rasa was-was bagi penantian Alas Roban di Jawa Tengah. Roh-roh yang sangat gelisah itu akhirnya melawan dan menyerang para prajurit tersebut, sehingga menyebabkan penyakit mematikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tumengun Bau Rexha berkomunikasi dengan makhluk yang menghuni tempat ini. Akhirnya Tumengun bersedia memberikan kembali berupa sedekah dari bumi dalam bentuk hasil panen.

 

5. Pantangan bagi pengendara yang melewati Alas Roban

 

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak terduga, pengemudi harus mematuhi berbagai batasan. Pertama-tama, hindari berkendara di Alas Roban pada malam hari. Usahakan melakukan perjalanan pada pagi atau sore hari. Hal ini disebabkan oleh kabut sangat tebal yang mulai menutupi jalan pada sore atau malam hari.

 

Selanjutnya, perhatikan atau abaikan semua hal aneh yang Anda lihat saat bepergian. Percaya atau tidak, berbagai kejadian aneh yang terjadi di sana diyakini karena campur tangan makhluk halus. Menanggapi hal ini dapat mengakibatkan bencana yang tidak diinginkan. Bahkan konon di jalur Aras Loban ini Anda akan selalu diganggu setiap kali bereaksi terhadap makhluk tak kasat mata tersebut.

 

6. Rawan Kecelakan

 

Berapa banyak kecelakaan yang memakan korban jiwa di Aras Roban? Menurut warga setempat, kecelakaan sering terjadi karena berbagai faktor, seperti jalanan yang sangat sepi dan gelap, serta berbagai gangguan hantu juga sering dilaporkan.Itulah maksudnya. Kondisi jalan yang curam diperparah dengan jalan yang licin dan penerangan yang buruk. Pengemudi yang tidak mengetahui kondisi jalan akan terus mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi karena keadaan sekitar terlalu sepi dan ketakutan serta ingin segera meninggalkan Alas Roban.

 

7. Pohon beringin putih

 

Dalam tradisi Jawa, pohon beringin dianggap sebagai tempat tinggal makhluk halus. Ya, itu juga berlaku pada Aras Roban. Ditemukan pohon beringin putih di lokasi ini. Lokasi pohon beringin ini persis di pinggir jalan raya. Saat ini banyak pohon beringin putih yang tumbuh di sepanjang Jalan Alas Roban. Pohon beringin putih ini dipercaya sebagai tempat atau rumah para sesepuh, makhluk halus, dan saudara.

 

Jadi, ketika Anda memasuki Alas Roban, Anda akan melihat monyet-monyet liar berkeliaran di kawasan tersebut. Saat Anda berjalan di jalan, monyet akan menyambut Anda di atas alas ini. Konon monyet ini tidak akan pernah bisa ditangkap dengan berbagai cara.

  Jalur Tengkorak Alas Roban Angker Gegara Jadi Tempat Pembuangan Mayat? - Solopos.com | Panduan Informasi dan Inspirasi  

Saat ini tersedia tiga rute di jalur Alas Roban. Yakni Jalan Ponkowati atau Jalan Sentul Alas Roban (jalur lama), Jalur Lingkar Selatan, dan Jalur Utara (Jalur Pantura). Ada banyak semi-trailer dan bus yang beroperasi di jalan lama. Jalur selatan dapat dilalui truk besar, dan jalur utara dapat dilalui mobil dan sepeda motor pribadi. Pengemudi swasta tujuan Jawa Tengah dan sekitarnya kini bisa menggunakan Tol Trans Jawa dan tidak diperbolehkan lagi melewati Alas Roban.

     

5 Mitos Paling Menakutkan Tentang Gunung Slamet , Tempat Para Dewa hingga Ramalan Jayabaya, Baca disini.

             

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *