5 Mitos Perempatan Palbapang Bantul, Apakah Benar Terdapat Sosok Makhluk Gaib ??

Meski zaman sudah berkembang, tetapi berbagai mitos yang berkaitan dengan hal-hal mistis masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu mitos yang masih dipercaya sejak dulu sampai sekarang adalah mitos perempatan Palbapang, Bantul, Yogyakarta. Perempatan Palbapang di Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal sebagai perempatan keramat oleh warga lokal.

 

Menurut kepercayaan setempat, perempatan ini memiliki kekuatan mistis yang dapat mendatangkan malapetaka bagi orang-orang dengan kondisi tertentu. Perempatan ini menghubungkan Jalan KH Wahid Hasyim di utara, Jalan Samas di selatan, Jalan Srandakan di barat, dan Jalan Sultan Agung di timur, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Terdapat Rumah Sakit Khusus Paru Respira di dekat Perempatan Palbapang. Beberapa mitos yang seringkali dikaitkan dengan perempatan ini banyak melibatkan unsur-unsur mistis dan kepercayaan lokal.

 

Berikut ini beberapa mitos yang ada di perempatan palbapang yang kini masih sering di percaya oleh masyarakat sekitar.

1. Penampakan Makhluk Gaib

 

5 Mitos Perempatan Palbapang Bantul, yang Perlu Kalian Ketahui !!

 

Salah satu kepercayaan yang berkembang di masyarakat adalah tentang penampakan makhluk gaib di perempatan ini. Beberapa orang mengaku pernah melihat sosok makhluk gaib di perempatan ini, baik di siang hari maupun di malam hari. Pada suatu malam, terdapat seorang pengendara motor tengah melintasi Perempatan Palbapang. Saat itu, jalanan sedang sepi. Tiba-tiba, pengendara motor tersebut melihat sosok makhluk gaib yang berdiri di tengah perempatan. Sosok makhluk gaib tersebut tinggi besar dan berambut panjang. Ia mengenakan pakaian serba putih.

 

Tak hanya itu saja, warga setempat yang tinggal di sekitar perempatan palbapang ini mengaku pernah melihat sosok makhluk gaib di perempatan palbapang pada siang hari. Dia melihat sosok makhluk gaib yang melintas di depan rumahnya. Sosok makhluk gaib tersebut berwajah seram dan memiliki mata yang merah menyala.

 

2. Ritual Tolak Bala   

   

Warga desa ini takut melewati perempatan, ada apa?

 

Salah satu ritual tolak bala yang dilakukan di Perempatan Palbapang adalah dengan melempar ayam. Ritual ini biasanya dilakukan oleh pengantin yang akan melewati perempatan ini. Ritual ini dilakukan dengan cara melempar seekor ayam ke arah perempatan. Ayam yang dilempar biasanya adalah ayam jantan yang masih muda. Ritual ini dipercaya dapat menolak bala atau kesialan bagi pengantin. Ayam yang dilempar dipercaya akan menjadi tumbal untuk menangkal gangguan dari kekuatan gaib di perempatan ini.

 

Selain melempar ayam, ritual tolak bala di Perempatan Palbapang juga bisa dilakukan dengan cara memasang sesaji. Sesaji yang dipasang biasanya berupa makanan, minuman, dan bunga-bungaan. Sesaji ini dipercaya dapat menenangkan kekuatan gaib di perempatan ini sehingga tidak mengganggu orang-orang yang melewatinya. Ritual tolak bala di Perempatan Palbapang ini merupakan salah satu bentuk kepercayaan masyarakat setempat. Ritual ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

3. Pohon Beringin Suci

 

Mitos Perempatan Palbapang Bantul, Pengantin Wajib Lepaskan Ayam saat Melintas - Bagian 1

   

Pohon beringin merupakan salah satu pohon yang paling sering dijumpai di Indonesia. Pohon ini memiliki akar yang kuat dan batang yang besar. Pohon beringin juga sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Dalam kepercayaan Jawa, pohon beringin dianggap sebagai simbol kesuburan, kekuatan, dan keabadian. Pohon beringin juga dianggap sebagai tempat tinggalnya makhluk gaib.

 

Pohon beringin suci di Perempatan Palbapang memiliki makna filosofis yang cukup mendalam. Pohon ini melambangkan kekuatan alam yang harus dihormati. Pohon ini juga melambangkan keberadaan makhluk gaib yang harus dijaga keseimbangannya. Kepercayaan masyarakat tentang pohon beringin suci merupakan salah satu bentuk penghormatan mereka terhadap alam dan makhluk gaib. Kepercayaan ini juga merupakan bentuk upaya untuk menjaga keseimbangan alam dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Pada saat itu, terdapat seorang pengendara motor yang melewati perempatan palbapang. Tiba-tiba pengendara motor tersebut mengalami kecelakaan dan terluka parah. Ia dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.Warga setempat percaya bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kemarahan makhluk gaib yang menjaga pohon beringin suci. Makhluk gaib tersebut marah karena pengendara motor tersebut tidak menghormatinya.

 

4. Pantangan dan Larangan

 

Pengantin haram lewat perempatan Palbapang

 

Mitos selanjutnya di perempatan palbapang ini yaitu pantangan dan larangan. Perempatan palbapang ini memiliki pantangan bagi orang yang sakit. Apabila ada orang yang sedang sakit disarankan untuk tidak melewati Perempatan Palbapang. Jika nekat, kondisinya akan semakin memburuk hingga bisa menyebabkan kematian. Tak hanya itu saja, terdapat juga pantangan bagi para pengantin yang melewati Perempatan Palbapang. Yang mana, pengantin harus melepas ayam di perempatan tersebut. Jika tidak, pernikahan mereka akan mendatangkan malapetaka, bahkan bisa bubar.

 

Selain pantangan, perempatan palbapang juga memiliki larangan seperti larangan untuk berbuat maksiat. Perbuatan maksiat yang dilakukan di Perempatan Palbapang dipercaya akan mengundang amarah makhluk gaib. Amarah makhluk gaib tersebut dapat menyebabkan musibah bagi orang yang melakukan perbuatan maksiat tersebut.

 

Mitos pantangan dan larangan di Perempatan Palbapang ini, merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat lokal. Mitos-mitos ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap alam dan makhluk gaib.

     

5. Mitos Orang Hilang

 

Pagi ini Palbapang Bantul Ramai Lancar - Tribunjogja.com

 

Perempatan Palbapang merupakan perempatan yang cukup ramai, sehingga kemungkinan besar terjadinya kecelakaan di perempatan ini cukup tinggi. Selain itu, perempatan ini juga terletak di dekat hutan, sehingga kemungkinan terjadinya pembunuhan di perempatan ini juga cukup tinggi. Salah satu kepercayaan yang berkembang di masyarakat adalah tentang mitos orang hilang di perempatan ini. Mitos ini menyatakan bahwa orang yang melintasi Perempatan Palbapang pada malam hari tanpa melepas ayam, akan hilang secara misterius.

 

Terdapat juga pandangan bahwa  hilangnya orang  tersebut mungkin saja mengalami gangguan jiwa. Gangguan jiwa dapat menyebabkan seseorang menghilang tanpa jejak. Orang yang mengalami gangguan jiwa sering kali mengalami halusinasi, sehingga mereka mungkin saja melihat sesuatu yang tidak ada. Hal ini dapat menyebabkan mereka tersesat dan akhirnya menghilang.

Mungkin itu saja, artikel yang dapat kami berikan. Semoga artikel ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan anda. Anda juga dapat menemukan dan membaca artikel lainnya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *