7 Mitos Paling Mengerikan di Indonesia yang Akan Membuatmu Merinding

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Namun, di balik kekayaan tersebut, terdapat juga berbagai mitos yang menyeramkan dan berkaitan dengan hal-hal mistis.

Mitos-mitos ini seringkali menjadi cerita yang menakutkan dan membuat bulu kuduk berdiri. Apa saja mitos menyeramkan yang ada di Indonesia? Berikut adalah tujuh di antaranya:
  1. Nenek Gayung

    5059668699044e224311e13bd39dbae8 Mitos ini berasal dari urban legend yang berkembang di tahun 2010-an. Nenek Gayung adalah seorang perempuan tua yang penganut ilmu hitam dan mencari tumbal untuk memperkuat kesaktiannya. Caranya adalah dengan memandikan korbannya dengan gayung dan tikar yang dibawanya. Nenek Gayung sering muncul di malam hari, terutama di jalan-jalan sepi dan gelap. Penampilannya sangat khas, yaitu mengenakan kebaya hitam, berambut putih panjang, dan membawa gayung serta tikar. Jika Anda bertemu dengan Nenek Gayung, sebaiknya jangan melawannya, karena ia bisa mengeluarkan ilmu hitamnya yang mengerikan.
  2. Larangan Mengenakan Baju Hijau di Pantai Selatan

    Viral Kisah Pemuda Tangerang Disebut Tantang Nyi Roro Kidul Sejarah dan Asal Usul Nyi Roro Kidul Pantai Selatan adalah salah satu pantai yang indah dan populer di Indonesia. Namun, pantai ini juga memiliki mitos yang menyeramkan, yaitu larangan mengenakan baju hijau saat berkunjung ke sana. Alasannya adalah karena baju hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, penguasa Pantai Selatan yang berwujud siluman ular. Nyi Roro Kidul akan marah jika ada orang yang mengenakan baju hijau, karena ia merasa tersaingi. Ia akan mengambil orang tersebut sebagai tumbal atau pasangan hidupnya di alam gaib. Banyak kasus orang yang hilang atau tenggelam di Pantai Selatan karena mengenakan baju hijau.
  3. Larangan Menyanyikan Lagu Gugur Bunga di Bundaran Teknik UGM

    adila fikri 2630613763 Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Namun, di kampus ini juga terdapat mitos yang menyeramkan, yaitu larangan menyanyikan lagu Gugur Bunga saat melintasi Bundaran Teknik. Lagu Gugur Bunga adalah lagu yang mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang. Mitosnya adalah jika ada orang yang menyanyikan lagu ini di Bundaran Teknik, maka hantu penunggu bundaran tersebut akan menampakkan diri. Hantu tersebut adalah hantu tentara Jepang yang tewas di tempat itu saat Perang Dunia II. Hantu tersebut akan mengganggu atau menyerang orang yang menyanyikan lagu Gugur Bunga.
  4. Pantang Mendaki Gunung Lawu dengan Jumlah Ganjil

    2033314806 Gunung Lawu adalah salah satu gunung yang populer di kalangan pendaki. Namun, gunung ini juga memiliki mitos yang menyeramkan, yaitu pantang mendaki dengan jumlah ganjil. Alasannya adalah karena gunung ini dianggap sebagai tempat yang kental dengan aura mistis dan banyak dihuni oleh makhluk halus. Jika ada orang yang mendaki dengan jumlah ganjil, maka salah satu dari mereka akan hilang atau ditemani oleh makhluk halus untuk menggenapkan jumlah rombongan. Banyak cerita pendaki yang mengalami hal-hal aneh atau menakutkan saat mendaki Gunung Lawu dengan jumlah ganjil.
  5. Larangan Menikah di Bulan Suro dalam Adat Jawa

    6054163a6a358 Bulan Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa. Bulan ini dianggap sebagai bulan yang sakral dan penuh dengan ritual adat. Namun, bulan ini juga memiliki mitos yang menyeramkan, yaitu larangan menikah dalam adat Jawa. Alasannya adalah karena bulan ini dianggap sebagai bulan yang sial dan membawa nasib buruk. Banyak makhluk halus yang muncul di bulan ini dan bisa mengganggu pernikahan. Jika ada orang yang menikah di bulan ini, maka pernikahannya akan berakhir dengan perceraian, kematian, atau kesialan lainnya.
  6. Mengucapkan Kata “Lada” di Gua Jepang dan Gua Belanda Dago Pakar

    misteri pantanngan ucap kata lada di goa belanda dago pakar sPw805RLur Gua Jepang dan Gua Belanda adalah dua gua yang bersejarah di kawasan Dago Pakar, Bandung. Gua ini merupakan peninggalan dari masa penjajahan Jepang dan Belanda di Indonesia. Gua ini juga memiliki mitos yang menyeramkan, yaitu jangan mengucapkan kata “lada” saat berkunjung ke sana. Kata “lada” adalah kata yang berarti “pedas” dalam bahasa Sunda. Mitosnya adalah jika ada orang yang mengucapkan kata “lada” di gua ini, maka ia akan diganggu oleh makhluk halus yang berada di gua tersebut. Makhluk halus tersebut akan membuat orang tersebut merasakan sensasi pedas di mulut, tenggorokan, atau tubuhnya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa orang tersebut bisa kesurupan atau mati.
  7. Menyentuh Canang Sari atau Sajen di Bali Bisa Celaka

    utama 13 q5nt31ymz9e6wraom1euhpraviv17kmcy38qhvho84 Canang sari atau sajen adalah tanda ucapan syukur umat Hindu di Bali kepada Tuhan. Canang sari atau sajen ini biasanya diletakkan di sudut ruangan atau di pinggir jalan. Mitosnya adalah jangan menyentuh atau menginjak canang sari atau sajen ini, karena bisa mendatangkan celaka. Canang sari atau sajen ini dianggap sebagai sesuatu yang suci dan harus dihormati. Jika ada orang yang menyentuh atau menginjak canang sari atau sajen ini, maka ia akan mengganggu keseimbangan alam dan menimbulkan kemarahan dewa-dewa. Akibatnya, orang tersebut akan mengalami kesialan, kecelakaan, atau bencana. klik disini untuk artikel menarik lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *